Tel: (021) 316 9480   Email: sekr-renkeu@bppt.go.id

Sukseskan Nawa Cita Melalui Peningkatan Inovasi dan Layanan Teknologi

Dalam rangka persiapan Rapat Kerja (Raker)  BPPT tahun 2015, pada tanggal 2 – 3 Desember 2014 telah dilaksanakan Pra Raker BPPT di Gedung Inovasi dan Pusat Bisnis, Puspiptek, Serpong. Dalam acara ini dibahas beberapa materi terkait dengan persiapan BPPT dalam menyongsong organisasi baru yang selaras dengan tugas dan fungsi untuk melaksanakan program BPPT guna mendukung program pembangunan nasional  pada periode RPJMN tahap III . Pada acara tersebut dihadirkan beberapa narasumber dari luar BPPT antara lain Deputi Bidang Kelembagaan Kemenpan, Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan, Deputi Bidang Kelembagaan Iptek Kementerian Dikti dan Ristek.

Dalam paparannya,  Ibu Rini Widyantini SH, MPM,  selaku Deputi Bidang  Kelembagaan KEMENPAN dan RB menyampaikan bahwa secara prinsip, audit organisasi bisa dilakukan masing-masing pejabat di tingkat eselon I untuk melihat apakah unit organisasi yang dipimpinnya itu sudah efisien melaksanakan tugasnya atau terlalu berlebihan , diharapkan secara internal tupoksi organisasi tidak terkontaminasi atau  tidak ada unit kerja dengan fungsi ganda, serta secara eksternal tidak terfragmentasi atau tidak boleh ada duplikasi fungsi dengan unit atau organisasi lain. Oleh karena itu , sebaiknya organisasi yang  memiliki duplikasi fungsi dihilangkan salah satunya kemudian digabungkan di dalam satu unit organisasi. Setiap kementerian dan lembaga mempunyai masalah struktur organisasi yang berbeda, dan yang paling tahu keadaan di dalam organisasi itu adalah instansinya sendiri. Diharapkan dengan dilaksanakannya audit organisasi,  birokrasi menjadi ramping dan sederhana Dalam penataan struktur organisasi disamping harus menyiapkan infrastruktur, fasilitas, "legal standing" dari berbagai macam aturan dan sistem juga dilihat faktor psikologisnya.Disarankan adanya pendekatan dari hati ke hati antara pemangku kepentingan dan pimpinan unit organisasi tertinggi. Sejak 2006 BPPT belum pernah melakukan re organisasi, oleh karena itu perlu dilakukan audit organisasi dalam rangka menata kembali organisasi agar sesuai dengan kebutuhan. Seharusnya organisasi dievaluasi paling tidak maksimum 3 tahun sekali. Agar jelas , lembaga mau kemana, maka  harus diperhatikan “ mandat” yang diberikan oleh Negara dengan melihat  UU, Keppres, atau Peraturan   tentang organisasi terkait. Dengan  mandate yang jelas maka dapat ditetapkan secara jelas outcome yang harus dicapai oleh eselon lembaga tersebut. Sementara itu, Deputi Bidang Kelembagaan Iptek Kementerian Dikti dan Ristek, Dr Pariatmono yang mewakili menteri mengatakan bahwa saat ini, kementerian Dikti dan Ristek juga sedang dalam proses penataan organsiasi, dan diperkirakan akan selesai akhir Desember 2014, oleh karena itu bagaimana hubungan antara Ristek dengan LPNK dibawahnya termasuk BPPT,  akan dibahas setelah reorganisasi Kementarian Dikti dan Ristek selesai (bulan Januari 2015). Dari hasil audit organisasi Kementarian Dikti dan Ristek, diperkirakan akan ada 5 Dirjen. 1(satu) Dirjen murni untuk melaksanakan tupoksi Dikti dan 1 (dirjen) untuk melaksanakan tupoksi Ristek. Sedangkan 3 (tiga) Dirjen akan melaksanakan tupoksi campuran antara Dikti dan Ristek. 2(dua) eselon satu tambahan lainnya adalah Sekjen dan Inrjen, sehingga total rencana reorgansiasi Kementerian Dikti dan Ristek ada 7 Eselon I. Untuk sementara draft organisasi Kementerian Dikti dan Ristek adalah sebagai berikut :

  1. Dirjen Pembelajaran dan Jaminan Mutu
  2. Dirjen Penguatan Infrastruktur
  3. Dirjen Kelembagaan
  4. Dirjen Sumberdaya 
  5. Dirjen Penguatan Inovasi
  6. Sekjen
  7. Irjen

Diantara 5 (lima) dirjen teknis, terdapat salah satu dirjen dimana kemungkinan LPNK termasuk BPPT akan berada dibawah koordinasi unit tersebut yaitu Dirjen Penguatan Inovasi. Dirjen Penguatan Inovasi mempunyai 5 (lima) direktorat yaitu : 

  1. Direktorat Industri Strategis
  2. Direktorat Inovasi Industri Besar
  3. Direktorat Industri Kecil Menengah
  4. Direktorat Sistem Inovasi
  5. Direktorat Klaster Inovasi 

Dari sisi program BPPT, Ka Biro Perencanaan Ir Yudi Anantasena Msc menyampaikan bahwa program-program BPPT harus direncanakan untuk  lebih fokus dan selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional. Dalam RPJMN tahap III saat ini, pembangunan nasional mengacu kepada visi Pemerintah yaitu Nawacita. Diharapkan program-program yang sesuai dengan  kriteria tersebut, outcomenya termanfaatkan guna memenuhi kebutuhan pasar dan sekaligus  dapat  membuktikan  kinerja BPPT dalam mendukung pembangunan nasional serta memperkuat konstelasi posisi BPPT diantara lembaga lain sejenis. Sementara itu, Aba Subagya yang mewakili Deputi Bidang SDM Aparatur  Kemenpan, menyampaikan pentingnya memahami  UU No:5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, karena setiap lembaga pemerintah harus bersiap mengantisipasi penerapan dan pelaksanaan UU tersebut dengan melakukan penataan SDM agar  sesuai dan selaras dengan Tupoksi lembaga  baik secara kuantitas maupun kualitas.

Acara Pra Raker selama dua hari ditutup oleh Kepala BPPT , Dr Unggul Priyanto yang pada intinya menyampaikan bahwa diharapkan dengan adanya perubahan-perubahan diluar BPPT tidak menjadi kendala, akan tetapi sebagai tantangan bagi BPPT untuk lebih tanggap dan mampu menyesuaikan diri, berjalan seiring sejalan dengan lingkungan eksternal dengan menyempurnakan Organisasi, program-program, dan sumberdaya pendukungnya terutama Sumberdaya Manusia sebagai kekuatan utama organisasi.

Acara Pra Raker selama dua hari ditutup oleh Kepala BPPT , Dr Unggul Priyanto yang pada intinya menyampaikan bahwa diharapkan dengan adanya perubahan-perubahan diluar BPPT tidak menjadi kendala, akan tetapi sebagai tantangan bagi BPPT untuk lebih tanggap dan mampu menyesuaikan diri, berjalan seiring sejalan dengan lingkungan eksternal dengan menyempurnakan Organisasi, program-program, dan sumberdaya pendukungnya terutama Sumberdaya Manusia sebagai kekuatan utama organisasi.

STATISTIK PENGUNJUNG

Today556
Yesterday679
This week1235
This month12778
Total230857

KONTAK KAMI

Biro Perencanaan dan Keuangan BPPT
Gedung II BPPT, Lantai 13
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

Tel: (021) 316 9480
Fax: (021) 319 22577