Tel: (021) 316 9480   Email: sekr-renkeu@bppt.go.id

Sebagai wujud implementasi INPRES No. 3 Tahun 2014, Baznas memfasilitasi layanan pengumpulan zakat penghasilan gaji pegawai (zakat profesi) di lingkungan kementerian/lembaga non kementerian. Zakat pendapatan atau Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan yang diperoleh dari hasil profesi pada saat menerima pembayaran. Nishab zakat pendapatan setara dengan 653 Kg gabah atau 524 kg beras. Harga gabah atau beras berdasarkan data harga yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia pada akhir tahun sebelumnya. Nishab zakat pendapatan atau Profesi Tahun 2016 di Pulau Jawa adalah Rp. 5.240.000,- dan di luar Pulau Jawa disesuaikan dengan harga beras di daerah masing-masing. Kadar zakat pendapatan adalah 2,5% dari penghasilan bruto.

1. Mekanisme registrasi dan pemotongan gaji untuk zakat pendapatan yang akan dilakukan di BPPT:

A. Pimpinan atau Sekjend K/L membuat surat edaran pelaksanaan Inpres Nomor 3 Tahun 2014 yang sekurang-kurangnya berisi:

  • Informasi tentang telah terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di Kementerian/Lembaga, Sekretariat Jenderal Lembaga Negara, Sekretariat Jenderal Komisi Negara, BUMN, Pemerintah Daerah, dan BUMD melalui BAZNAS
  • PPABP/bendahara gaji akan mengirimkan Surat Edaran Konfirmasi Negatif kepada seluruh pegawai muslim yang sudah mencapai nishab zakat.
  • Pemotongan zakat penghasilan kepada pegawai yang beragama Islam yang penghasilan brutonya telah mencapai Nishab zakat sebesar Rp 5.240.000,00 (lima juta dua ratus empat puluh ribu rupiah) per bulan.
  • Mekanisme pemotongan melalui Payroll System 

B. Daftar Pegawai Calon Muzaki mencakup nama lengkap, NIP, unit kerja eselon I, alamat rumah, email, dan nomor handphone

C. BAZNAS menyerahkan Kartu Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) kepada pegawai yang sudah menunaikan zakatnya ke BAZNAS

D. PPABP mencantumkan  potongan  zakat  sebesar 2,5% dari penghasilan bruto dan atau jumlah infak dan sedekah dalam daftar gaji berdasarkan formulir kesediaan yang di sampaikan sebelumnya.

E. PPABP/bendahara gaji meminta Bank tempat pembayaran gaji pegawai kementerian/lembaga untuk menyetorkan potongan zakat yang telah dilakukan ke rekening BAZNAS yang ada pada bank tersebut selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berjalan.

F. PPABP menyerahkan nama pegawai yang membayar zakat beserta jumlah zakatnya kepada BAZNAS untuk diterbitkan Bukti Setor Zakat (BSZ).

G. Bukti Setor Zakat (BSZ) juga berfungsi sebagai pengurang penghasilan kena pajak

H. BAZNAS mencetak BSZ sesuai nama dan jumlah zakat yang dibayarkan pegawai dan menyerahkan kepada pegawai selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya.

STATISTIK PENGUNJUNG

Today557
Yesterday679
This week1236
This month12779
Total230858

KONTAK KAMI

Biro Perencanaan dan Keuangan BPPT
Gedung II BPPT, Lantai 13
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

Tel: (021) 316 9480
Fax: (021) 319 22577