Print

Konsinyering Dan Penyusunan Laporan Keuangan Semester I Tahun 2017

Dengan diterbitkannya Surat dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan nomor S-5992/PB.6/2017 tanggal 7 Juli 2017 tentang rilis update aplikasi SAIBA versi 4.1 dan Petunjuk Teknis Penggunaan Aplikasi serta Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Satker dan Surat Nomor S-5836/PB/2017 tanggal 3 Juli 2017 tentang Pedoman Rekonsiliasi, Penyusunan dan Penyampaian Laporan Keuangan Semester I Tahun 2017  dapat dijadikan dasar pelaksanaan kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin pada Sub Bagian Pelaporan Keuangan Bagian Akuntansi dan pelaporan Keuangan, Biro Perencanaan dan Keuangan yakni Konsinyering dan Penyusunan Laporan Keuangan Semester I TA 2017 yang berlangsung dari tanggal 12 s.d 15 Juli 2017 bertempat di Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperoleh kesesuaian data  terkait realisasi dan pagu belanja dan pendapatan serta Aset (Aset lancar, Aset Tetap dan Aset Lainnya) sebagai data dukung dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Semester I Tahun 2017. Untuk memudahkan para peserta yang terdiri dari operator aplikasi Persediaan, SIMAK BMN dan SAIBA serta penyusun Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga tingkat Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA /Satker) dan tingkat  Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) kegiatan ini telah diawali dengan Pra Konsinyering yang dilaksanakan pada tanggal 6-7 Juli 2017 bertempat di Serpong.  Data hasil Pra Konsinyering dijadikan acuan untuk dilakukan update data berupa koreksi, telaah atas laporan keuangan, rekonsiliasi ulang melalui aplikasi e-rekon-lk dan reviu atas laporan keuangan semester I Tahun 2017 oleh Tim Reviu Inspektorat . Selain itu untuk mengantisipasi kendala yang muncul selama proses konsinyering dan penyusunan laporan turut dihadirkan Tim Pembina dari Kementerian Keuangan cq Direkorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan (DAPK).

Diharapkan dari hasil konsinyering ini didapat data valid dan penyusunan laporan keuangan bisa disusun secara berjenjang mulai dari unit akuntansi terkecil yakni tingkat UAKPA sampai dengan tingkat Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA) serta menghasilkan laporan keuangan yang akuntabel.

 

Acara ini dihadiri oleh 19 Satker di Lingkungan BPPT dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Utama BPPT yang diawali laporan penyelenggaraan dari Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan BPPT.